Wiken kemarin full outdoor, jalan-jalan ke luar kota lagi, kondangan lagi
Yap, satu lagi lajang manis asrama 8 yang laris manis, bersanding dengan pangerannya di pelaminan
Kali ini crew kondangan gak seramai dan seribet biasanya, maklumlah, kebetulan sang mempelai berasal dari satu kampus keren yang sama, jadi banyak relasi bertebaran
Selain dari kampus, juga ada dari WBS, pandawa 5, Asrama 8. Dan juga ada yang datengnya di acara ngunduh mantunya. Alhasil, aku cuma koordinir anak sekontrakan dan sekitarnya
Setelah dua hari sebelumnya deal nego mobil, driver, dan tetek bengeknya. Akhirnya meluncur juga kita ke kota panas suam suam kuku, Jember. Rencana berangkat sih jam 05.30
tapi apalah daya, klu dah masalah dandan, suka kelupaan ama jarum jam yang gak pernah berenti, jadinya molor deh, kasian drivernya, sampe menjamur nungguin kita kita
*maap ya pak..*
Setengah perjalanan, mata masih bsa diajak kompromi, candaan dan gurauan masih lancar mengalir. Tapi…… dus, gak lama kemudian, dah pada low batt smua, “pingsan” dengan suksesnya. Sesekali aku masih terbangun, krn sms/ call dari rombongan yang lain. Yaa, kita kan maunya ketemuan di tempat resepsi, sambil kondangan sambil reunilah..
Pulesssssssss bangett tidur kita kita, kecuali bapak sopir, yang tetep awas dan menjaga keselamatan kita. Sampai, nyuttt, tiba tiba aja terbangun, dan terlihatlah ucapan selamat datang di Tanggul, Jember. Wew, ntar lagi nyampe deh
Plasss, krusek krusek, pak puk pak, the smoothers langsung mengeluarkan jurus ampuh, berupa bedak dan konco konconya
re-make up gitu..
“Yang itu ya mbak..?” pak sopir bertanya padaku, “wah, bukan pak, masih ke depan lagi..” wew, banyak juga yang punya gawe hari ini yaaa? batinku berkata. Dan mobilpun kembali melaju, tenang
“wah, pak..stop..waduh, kelewat, hehe, itu tadi pak, muter aja deh, parkir di lapangan tadi” aku berkata spontan, dan pak sopirpun sigap memutar mobil, mencari lahan parkir. Alhamdulillah…nyampe juga, kulihat sekilas arloji ibuku yang manis melingkari pergelangan tangan kiriku. “Looo…masih jam 9 to ini? Apa aku salah liat jam ya..?” aku terkejut heran, karena kurang dari 3 jam perjalanan Surabaya Jember, udah nyampe
Bener bener hebatt bapak sopir kita ini
Akhirnya, kita “leyeh leyeh” dulu di sebuah gazebo, sambil menikmati udara yang lumayan panas, sambil photo photo sampai sekitar setengah jamlah, baru kita masuk ke tempat resepsi. Setelah mengisi buku tamu dan memasukkan angpaw, kudengar samar ada yang memanggil namaku. Setelah tengak tengok, kutemukan sosok manis berbalut gaun pengantin putih yang demikian anggunnya. Cantik…secantik boneka…
Subhanallah, tetep aja itu anak, sambil cengar cengir dia berjalan menuju kuade
Sigap, segera aku bidik beberapa angel yang menarik (menurutku sih)
Prinsip seorang paparazzi, “Abadikan moment”
Dan berjalanlah ritual itu, sungkeman dan photo photo, aku sampe berebutan ama photographer resminya, untung aja bapak itu pengertian, memberikan peluang bagi photographer dadakan dan amatiran sepertiku ini
Setelah puas, akhirnya kita menyantap hidangan yang disediakan. Nyari tempat duduk yang strategis, lalu mulai makan. Sekian menit mendekati jam terlewati dan yapp, dateng juga rombongan Pulau Dewata, disusul WBS, dan Wuland n the gank. Yang paling buncit aku tahu kedatangannya adalah eks. Pink Family lengkap dengan the body guard, Mbak Roh
Sedangkan Yeni dan Vita plus para misua, aku gak sempat bertemu muka
Canda tawa mulai akrab, serasa tak bersua dengan mereka ribuan tahun, padahal sering juga ketemu di dunia maya, tak terasa sudah 2 jam di tempat resepsi *ini mo kondangan apa mo ngapain, sampe “ngoyot”..
* Akhirnya kamipun berpamitan, dan doa doa terlantun untuk mempelai berdua..
“Barakallahulaka wa baaroka ‘aalaika wa jamaa’a bainakuma bainakuma fii khoiri”
Setelah merasakan hawa semilir Bangsalsari, masuk mobil bagaikan masuk oven, panassssssssss
Buru buru deh ngasih instruksi, “Pak, cari pom bensin terdekat, ngisi bensin, ngisi perut, shalat, dan ganti baju” Hehehe, main perintah aja si eneng, abisnya…. dah gak ku ku ngerasain aliran keringat
Segarrr, alhamdulillah… itulah kata pertama yang keluar dari otak panasku, subhanallah, airrr, demikian mujarabnya engkau
Setelah selesai dengan ritual ini itu, badan kembali fresh ngelanjutin perjalanan. Gak sampe sejam, makhluk penghuni mobil dah berpindah ke alam seberang, alam mimpi
Dan baru terbangun ketika masuk Bangil. Dan rasa pertama yang menyergap adalah, haus..
padahal sebelum tidur dah isi bensin loo.. Emang bener bener deh..
Gerimis sepanjang jalan membuat sejuk suasana di luar sana, walaupun beberapa ruas jalan sempat tergenang air lumayan agak tinggi, tapi hujan selalu membawa rasa segar
Kesegaran yang terbawa sampai Surabaya yang ternyata belum tersentuh hujan sama sekali. Baru setelah sampai kontrakan tercinta, hujan turun dengan derasnya, Alhamdulillah ya Allah, kau sayangi kami dengan sangat, hingga hujanpun baru Kau turunkan setelah kami aman berada di rumah
Dan acara selanjutnya adalah…. zzzzzzzzzzzzzzzzzZZZZZZZZZZZZZZZZzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz membayar utang tidur (:|