Mosi tidak Percaya Mode ON
Kepercayaan, satu kata yang berimbas sangat besar dalam kehidupan. Tanpa rasa percaya, sulit rasanya menjalani segala sesuatu dengan normal. Ada seorang teman yang sangat sulit untuk mempercayai sesuatu ataupun seseorang. Sangat sulit. Dalam hal apapun dia senantiasa terpasung dalam ketidakpercayaan. Dia bukanlah orang lemah, bukan orang bodoh, juga tidak tersirat kekurangan apapun. Secara kasat mata, dia terlihat sangat profesional dan mengagumkan.
Tapi, dibalik semua itu, sebenarnya dia sangat rapuh. Baginya kepercayaan adalah satu hal yang tersulit untuk dilakukan. Entah apa latar belakangnya, yang jelas, sejak aku mengenalnya, bisa dihitung berapa kali dia bisa melakukan satu kata itu, “percaya”. Apakah dia perfeksionis? Mungkin. Dia selalu ingin yang terbaik yang didapatkan. Baginya tak ada kata “gagal” semua harus “sukses”, harus “benar” dan dia tidak mau menemui satu noktahpun.
Orang di sekitarnya bukannya tidak peduli terhadap sifat jeleknya itu *bener kan ini sifat jelek, karena menurutku terlalu berlebihan dalam sesuatu adalah sifat jelek*, tapi sudah dalam tahap “terserah kamu saja deh, kami sudah capek”. Wew, kondisi yang tidak sehat menurutku. Jika dia seorang pimpinan, bsa berabe yang jadi anak buahnya. Semua harus dilakukan serapi dan sesempurna mungkin, tanpa cacat. Betapa tertekannya menjadi anak buah seperti itu ya..?
Seandainya aku bisa bilang padanya. Aku akan katakan, bahwa hidup ini sangat kompleks, teman. Jadi jangan suka memukul rata dalam menilai segala sesuatu. Jangan terlalu egois dengan keyakinan bahwa dirimulah yang paling benar di dunia ini, and the other just can only follow u coz they’r nothing without u. Cobalah memberi kesempatan kedua pada orang yang membuat kesalahan padamu. Kekhilafan itu memang adanya di manusia kan..? Jadi wajar jika orang melakukan kesalahan, asal tidak mengulangi kesalahan yang sama. Satu hal lagi, sampaikanlah segala sesuatu baik itu hal baik ataupun hal buruk dengan bijaksana. Kita kan sudah sama sama dewasa, jadi gunakan cara orang dewasa dalam bertindak tanduk
Sayang sekali… aku takkan bsa mengatakan hal itu padanya. Dia terlalu eksklusif untuk aku ajak bicara. Adakah yang bsa membantuku menyampaikan ini padanya..?


hmmm! setuju mbak! ga da yang sempurna. ^_^ tapi biasanya orang yang kayak gitu itu pernah terluka dengan amat sangat parah, akhirnya muncul justifikasi bahwa semua itu pembohong. bisa?
devie | February 28, 2006 @ 1:34 am
Iyya sih, keliatannya emang dia punya sejarah buruk, tapi whatever the story, hidup ini terlalu indah untuk diisi dengan melulu sebuah kecurigaan kan..
Keep positive thinking kayaknya lebih wise getu..
Keke | February 28, 2006 @ 6:32 am