Dia, Ayahku
Tanah merah, tanah basah
Seorang lelaki shalih terbaring di sana
Dia, Ayahku
Berita malam itu
Membuat lunglai belulangku
Langit runtuh di kepalaku
Bumi terperosok di kakiku
Tanah merah, tanah basah
Seorang lelaki shalih terbaring di sana
Dia, Ayahku
Kisah indah itu telah pergi
Bersama perginya separuh nyawa bundaku
Bersama sejumput nafas kami
Bersama sosok ayahku
Tanah merah, tanah basah
Seorang lelaki shalih terbaring di sana
Dia, Ayahku
Besok, usianya 51 tahun
Tapi Allah lebih sayang ayahku
Telah disiapkan perayaan akbar di sana
Tanah merah, tanah basah
Seorang lelaki shalih terbaring di sana
Dia, Ayahku
Taburan bunga di pusaranya, karangan bunga di sampingnya
Nisan putih itu bertahtakan sebuah nama
Purnomo
Lahir 23 Februari 1955
Wafat 18 Februari 2006
Tanah merah, tanah basah
Seorang lelaki shalih terbaring di sana
Dia, Ayahku
Kini, kami harus setegar karang
The show must go on
Tanpa ayah di samping kami
Tanah merah, tanah basah
Seorang lelaki shalih terbaring di sana
Dia, Ayahku
Rintikan hujan pagi ini
Menemaniku dalam dingin
Tiada lagi sosok hangat itu
Yang selalu saja menggodaku jika aku terdiamWalau sejenak
Aku mensyukuri kehadiranmu
Pembimbingku, Pelindungku, Pembelaku, Panutanku, AyahkuSelamat jalan Ayah..
Meski baktiku belumlah usai
Tenanglah di sisiNya
Lantunan doaku akan menerangimu di sana
I Luv U My Daddy…
Forever….and Ever…
* Dukaku di dasar qalbu (Dok. 22 Feb 06)


innalillahi wa inna ilaihi roji’un…
kullu nafsin daa iqatul maut…
turut berduka cita, maaf kemarin gak ikut.
semoga amal ibadah ayahmu diterima disisinya
amin amin yaa rabbal ‘alaminn
hqku | February 28, 2006 @ 2:21 am
wah, menyentuh sekali… Innalillahi wainna ilaihi rajiun..
ikee… slamat kembali beraktivitas, semoga duka lekas berlalu because the show must go on!
Allah mempercayaimu menapaki dunia ini tanpa pundak sang Ayah
nikenike | February 28, 2006 @ 4:00 am
:) iyya Nik, the show must go on.. beratt emang, tapi harus..!! — Yups, makasih hq
gpp kok, yang penting doanya yaa.. smoga Ayahku bsa menjadi ahlul jannah.. amin..
Keke | February 28, 2006 @ 6:26 am
innalillahi wa inna ilaihi roji’un…
Sabar dan tawakal…serta iklaskan semua ini
Yang mati adalah Jasad, Karena jasad kita memang tidak abadi
Bener kata nike, kini kau berjalan tanpa pundak sang ayah
Tapi Pundak dari segala pundak hanyalah Allah
semoga Allah selalu bersamamu, bersama keluargamu, bersama umat yang senantiasa beriman dan bertaqwa serta iklas dijalanNya
Satu lagi,
semoga Allah seger memberikan pundak yang lain
yang bisa menggenapkan setengah dienmu
yang bisa menjadi tauladanmu
yang bisa menjadi ladang ibadahmu
yang bisa ikut menopang segala keluh kesahmu
amin..:)
vita | March 1, 2006 @ 2:02 am
insya Allah aku ikhlas kok Vit, dan aku yakin Allah maha tau yang terbaik buat kita smua, amin… atas doanya..
Smoga aku bsa mendapatkan hikmah dari semua ini, amin..
Keke | March 1, 2006 @ 12:21 pm
Sing sabar yho Ke…
/* aku sampek tidak bisa berkata apa2…
pinkina | March 3, 2006 @ 7:20 am
Trims Ving, gpp kok, emang peristiwa ini sanggup membuat speechless, tapi aku minta doanya aja yaa.. Keep on Fighting.. Semangatt..
Keke | March 6, 2006 @ 5:52 am