Keke’s World :)

February 27, 2006

Dia, Ayahku

Filed under: Poems

Tanah merah, tanah basah
Seorang lelaki shalih terbaring di sana
Dia, Ayahku

Berita malam itu
Membuat lunglai belulangku
Langit runtuh di kepalaku
Bumi terperosok di kakiku

Tanah merah, tanah basah
Seorang lelaki shalih terbaring di sana
Dia, Ayahku

Kisah indah itu telah pergi
Bersama perginya separuh nyawa bundaku
Bersama sejumput nafas kami
Bersama sosok ayahku

Tanah merah, tanah basah
Seorang lelaki shalih terbaring di sana
Dia, Ayahku

Besok, usianya 51 tahun
Tapi Allah lebih sayang ayahku
Telah disiapkan perayaan akbar di sana

Tanah merah, tanah basah
Seorang lelaki shalih terbaring di sana
Dia, Ayahku

Taburan bunga di pusaranya, karangan bunga di sampingnya
Nisan putih itu bertahtakan sebuah nama
Purnomo
Lahir 23 Februari 1955
Wafat 18 Februari 2006

Tanah merah, tanah basah
Seorang lelaki shalih terbaring di sana
Dia, Ayahku

Kini, kami harus setegar karang
The show must go on
Tanpa ayah di samping kami

Tanah merah, tanah basah
Seorang lelaki shalih terbaring di sana
Dia, Ayahku

Rintikan hujan pagi ini
Menemaniku dalam dingin
Tiada lagi sosok hangat itu
Yang selalu saja menggodaku jika aku terdiam

Walau sejenak
Aku mensyukuri kehadiranmu
Pembimbingku, Pelindungku, Pembelaku, Panutanku, Ayahku

Selamat jalan Ayah..
Meski baktiku belumlah usai
Tenanglah di sisiNya
Lantunan doaku akan menerangimu di sana
I Luv U My Daddy…
Forever….and Ever…

* Dukaku di dasar qalbu (Dok. 22 Feb 06)
 

7 Opini »

  1. innalillahi wa inna ilaihi roji’un…
    kullu nafsin daa iqatul maut…

    turut berduka cita, maaf kemarin gak ikut.
    semoga amal ibadah ayahmu diterima disisinya
    amin amin yaa rabbal ‘alaminn

    hqku | February 28, 2006 @ 2:21 am

  2. wah, menyentuh sekali… Innalillahi wainna ilaihi rajiun..

    ikee… slamat kembali beraktivitas, semoga duka lekas berlalu because the show must go on! ;) Allah mempercayaimu menapaki dunia ini tanpa pundak sang Ayah :)

    nikenike | February 28, 2006 @ 4:00 am

  3. :) iyya Nik, the show must go on.. beratt emang, tapi harus..!! — Yups, makasih hq :) gpp kok, yang penting doanya yaa.. smoga Ayahku bsa menjadi ahlul jannah.. amin..

    Keke | February 28, 2006 @ 6:26 am

  4. innalillahi wa inna ilaihi roji’un…

    Sabar dan tawakal…serta iklaskan semua ini
    Yang mati adalah Jasad, Karena jasad kita memang tidak abadi

    Bener kata nike, kini kau berjalan tanpa pundak sang ayah
    Tapi Pundak dari segala pundak hanyalah Allah
    semoga Allah selalu bersamamu, bersama keluargamu, bersama umat yang senantiasa beriman dan bertaqwa serta iklas dijalanNya

    Satu lagi,
    semoga Allah seger memberikan pundak yang lain
    yang bisa menggenapkan setengah dienmu
    yang bisa menjadi tauladanmu
    yang bisa menjadi ladang ibadahmu
    yang bisa ikut menopang segala keluh kesahmu

    amin..:)

    vita | March 1, 2006 @ 2:02 am

  5. insya Allah aku ikhlas kok Vit, dan aku yakin Allah maha tau yang terbaik buat kita smua, amin… atas doanya.. :) Smoga aku bsa mendapatkan hikmah dari semua ini, amin.. :)

    Keke | March 1, 2006 @ 12:21 pm

  6. Sing sabar yho Ke…
    /* aku sampek tidak bisa berkata apa2…

    pinkina | March 3, 2006 @ 7:20 am

  7. Trims Ving, gpp kok, emang peristiwa ini sanggup membuat speechless, tapi aku minta doanya aja yaa.. Keep on Fighting.. Semangatt.. ;)

    Keke | March 6, 2006 @ 5:52 am

RSS feed for comments on this post.



Isi Opini




























Salam Smooths :)