Keke’s World :)

April 26, 2006

Domestic Violence

Filed under: Curhatitisme

Keren ya namanya, sekeren artinya, Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Olala..? Kekerasan..? Suami kepada istri atau sebaliknya..? Yups, butul itu, Kekerasan dalam rumah tangga bisa dilakukan oleh siapa saja, baik itu oleh ayah, ibu, anak, atau anggota keluarga lainnya.

Kenapa tiba tiba nulis yang serem begini? Wow, tentu saja bukan tanpa alasan, karena pagi ini ikutan seminar tentang "Domestic Violence" yang pematerinya pasti dah pada kenal, Psikiater yang merawat pasien face off yang fenomenal itu, klu gak salah namanya Dokter Nalini emoticon

Menurut ibu yang terlihat cantik dan sedap dipandang ini, bentuk bentuk kekerasan itu bsa berupa:

1. Financial Abuse
Ini termasuk jika pasangan sangat perhitungan dengan masalah uang, misalnya istri cuma diberi uang sebesar Rp.100 rebu sehari, dan sebelum tidur di malam harinya, maka sang istri harus melaporkan secara detail untuk apa saja uang tersebut, jangan sampai lupa penggunaannya walaupun cuma seribu rupiah, karena bisa jadi itu menjadi pangkal pertengkaran. Intinya adalah orang yang sangat amat pelit sekali terhadap masalah uang emoticon

2. Emotional Abuse
Klu masalah ini sangat banyak contohnya, seperti mengumpat/ mengucap kata kotor/ mencaci maki, dan sejenisnya emoticon

3. Fisik Abuse
Yang ini lebih jelas lagi, yaitu adanya tindakan pemukulan/ penganiayaan fisik baik tanpa alat maupun dengan alat bantu, termasuk pelecehan seksual dan perkosaan. emoticon

4. Stalking
Hmmm, masalah satu ini yang agak agak umum, jadi klu pasangan sudah mengintimidasi dengan cara menelpon hampir setiap detik, menit, jam, untuk sekedar menanyakan "kamu dimana? sedang apa? sama siapa? dll". Itu termasuk yang harus diwaspadai oleh kita emoticon Atau jika ada seseorang yang selalu menguntit kita kemanapun pergi, mengamati dan membuat kita merasa jengah tidak nyaman, itu juga perlu diwaspadai

Ada seorang peserta bertanya,
"Ibu, kan seorang istri itu sudah selayaknya untuk bersabar dan bersabar menghadapi jika suaminya melakukan tindak kekerasan? Karena mungkin memang kita yang salah, jadi suami jadi marah besar begitu.."

Pelan namun tegas beliau menjawab,
"Persepsi itulah yang harus diluruskan, bersabar itu bukanlah tanpa usaha, bersabar itu kadarnya tawakkal, klu ibu cuma pasrah dan nrimo itu bukan bersabar namanya, lagipula apa ibu rela, jika anak anak sampai melihat tindak kekerasan itu? Jangan salah, anak yang menyaksikan/ bahkan mengalami tindak kekerasan itu punya kans besar untuk menjadi pelaku/ korban tindak kekerasan kelak di usia dewasanya, karena itu bsa menyebabkan trauma yang hebat dan terbawa sepanjang hidupnya, dan lagi, lelaki dan perempuan itu tercipta untuk saling menghargai, masing masing adalah makhluk ciptaan Tuhan, bukan sansak hidup yang bsa diperlakukan semaunya seperti binatang"

Jadi sodara, klu punya kakak/ adik/ anak perempuan, dan ada seorang lelaki yang mendekatinya, tolong dilihat dulu, jika lelaki itu pencemburu hebat, suka main tangan, suka menganiaya, mengumpat, berkata kotor, pengguna miras dan napza, maka peringatkan mereka, cukup sampai di situ, jangan diteruskan, jika ingin hidupnya bahagia, karena itu sudah menjadi indikasi bahwa dia akan menjadi pelaku tindak kekerasan yang handal emoticon

Pada intinya, pakem orang jawa yang senantiasa mengutamakan "bibit, bebet, bobot" bukanlah isapan jempol belaka. Itu adalah benar adanya, karena orang yang sedari kecilnya sering melihat atau lebih parahnya sering mendapat/ melakukan tindakan kekerasan, maka dia punya kans besar untuk mengulanginya di masa dewasa/ telah berumah tangga.

* Bismillah… berhati hatilah setiap melangkah, dan tetap berlindung pada Allah, smoga kita smua mendapat ketenangan, keamanan dan perlindungan dariNya yang maha segalanya, aminemoticon

3 Opini »

  1. na.. gini donk.

    nice post.semoga nike ato mas amru gak terlibat dalam kekerasan rumah tangga =))

    nikenike | April 27, 2006 @ 3:41 am

  2. nice posting mbak ike,, cuman kadang ga bisa bedain antara stalking dgn perhatian berlebih,, atau bahkan protektif, jadi kemana2 harus ada laporan yang lengkapp,,kapp,, :D

    anina | April 27, 2006 @ 4:12 am

  3. :) amin… semoga aja Nike.. aku juga gak mau itu terjadi pada orang2 yang dekat denganku..

    klkl, itu dia masalahnya Nin, klu menurutku, intinya adalah kepercayaan, dan bsa dipercaya, klu 2 hal itu kepegang, insya Allah gak ada acara checking posisi sampe per menit.. emang enak apa terus terusan mengawasi/ diawasi.. gak bebas bangett.. :D

    Keke | April 27, 2006 @ 9:52 am

RSS feed for comments on this post.



Isi Opini




























Salam Smooths :)