Keke’s World :)

November 30, 2006

Kisah Sang Pematung

Filed under: Benchmark

Suatu ketika hiduplah seorang pematung. Ia bekerja untuk seorang raja yang wilayah kekuasaannya begitu luas. Hal itu membuat siapapun yang mengenalnya menaruh hormat. Si pematung sudah lama bekerja untuk raja. Tugasnya membuat patung untuk menghiasi taman-taman istana. Pehatannya indah. Karena itulah ia menjadi pematung kepercayaan raja. Banyak raja-raja sahabat mengagumi keindahan pahatan patung-patung yang menghiasi taman istana.

Suatu hari sang raja mempunyai rencana besar. Ia ingin membuat patung seluruh keluarga dan pembantu-pembantu terbaiknya. Jumlahnya cukup banyak, ada 100 buah. Patung keluarga raja akan diletakkan di tengah taman istana, sementara patung prajurit dan para pembantunya akan menempati keliling tanaman. Baginda ingin patung prajurit tampak sedang melindunginya.

Si pematung bekerja siang dan malam. Beberap bulan tugas tersebut hampir selesai. Sang raja datang memeriksa. "Bagus.. Bagus sekali.. :) " ujar sang raja. "Sebelum aku lupa, buatlah juga patung dirimu sendiri untuk melengkapi taman ini".

Mendengar perintah tersebut, si pematung kembali bekerja. Setelah beberapa lama, iapun menyelesaikan patung dirinya. Sayang pahatannya tidak halus, sisi-sisinya kasar. Tidak terpoles rapi. Ia pikir untuk apa membuat patung yang bagus kalau akhirnya hanya diletakkan di luar taman. "Patung ini akan cepat rusak karena sering terkena panas dan hujan", ucapnya dalam hati. Waktu yang diminta telah usai. Sang raja datang untuk melihat hasilnya. Ia puas, namun ada satu hal kecil yang menarik hatinya. "Mengapa patung dirimu tidak sehalus patungku?? Padahal aku ingin meletakkannya di dekat patungku, kalau ini yang terjadi, tentu aku akan membatalkannya dan menempatkan patungmu bersama prajurit yang lain di depan sana". Menyesal dengan perbuatannya, sang pematung pasrah. Patung dirinya ditaruh di depan. Terkena panas dan hujan sesuai harapan yang dimiliki.

Saudaraku, seperti apakah kita menghargai diri sendiri?? Seperti apakah kita bercermin pada diri kita?? Bagaimanakah kita menempatkan kebanggaan atas diri kita?? Adakalanya kita pesimis dengan diri kita sendiri. Kita kerap memandang rendah kebaikan yang kita miliki. Tapi maukah kita dimasukkan ke posisi rendah itu??

Saya percaya, tidak ada orang yang menghendaki dirinya masuk ke golongan para pesimis. Kita lebih suka menjadi orang yang memiliki nilai lebih. Sebab, Alllah menciptakan kita tidak dengan main-main. Allah menciptakan kita sebagai makhluk mulia yang sempurna.

Sobat, sesungguhnya kita sedang memahat patung kita sendiri saat ini. Patung seperti apakah yang hendak kita buat?? Yang kasar atau yang indah dan memancarkan kemuliaanNya?? Ketahuilah, patung bernilai mahal yang menjadi hiasan terindah, dan bukan patung murah yang layak ditempatkan di tempat utama.

Jadi… pahatlah dengan halus agar kita bisa ditempatkan di tempat terbaik di sisiNya. Poleslah setiap sisinya dengan kearifan budi dan kebijakan hati agar memancarkan keindahan. Susurilah setiap lekuknya dengan kesabaran dan keikhlasan. Pahatan yang kita torehkan saat ini akan menentukan tempat kita di akhirat kelak, Bentuklah "patung" diri kita dengan indah.. :)

June 9, 2006

Nabung Kalsium Yuukk….

Filed under: Benchmark

Nabung kalsium? Buat apa? Klklk, pertanyaan perdana yang terlintas di kepalaku saat menemukan info ini di salah satu majalah wanita Islam. Ternyata osteoporosis toh yang jadi momoknya emoticon

Osteoporosis adalah keadaan dimana terjadi pengurangan jaringan tulang per unit volume akibat bertambahnya usia, yang kelamaan tulang jadi rapuh sehingga rawan terjadi fraktur alias patah tulang. Di usia senja, osteoporosis biasanya terjadi, dan itu alamiah. Tapi pengeroposan itu juga bsa terjadi di usia produktif loh.. kenapa begitu? Tentu saja bukan tanpa sebab, salah satunya akibat gaya hidup yang kurang terkontrol.

Faktor penyebab osteoporosis:

  1. Genetika, wanita yang berkulit terang lebih rentan terkena osteoporosis daripada yang berkulit gelap, karena densitas (kepadatan) massa tulangnya lebih rendah 5-10%.
  2. Usia, jaringan tulang terbentuk pada usia 20-30 th. Dan setelahnya proses perusakan lebih banyak terjadi dan tulang tidak bsa kembali normal, yang ada hanya bsa mempertahankan.
  3. Faktor individual, karena setiap orang mempunyai densitas tulang yang berbeda.
  4. Riwayat patah tulang, bagi yang sudah pernah mengalaminya akan lebih rentan terkena osteoporosis.
  5. Alkohol, kafein, dan rokok.
  6. Aktivitas fisik kurang, karena orang yang minim olah tubuh ototnya akan mengecil. "wuduw, aku harus mulai banyak bergerak nie…" emoticon
  7. Makanan kurang kalsium, upayakan menghindari makanan rendah serat dan berlemak tinggi.
  8. Kesehatan yang kurang baik.
  9. Minimnya pengetahuan.

Jadi, idealnya berapapun usia kita sekarang, ayok rame rame nabung kalsium. Gimana caranya? Paling gak, selain senam, jalan, dansa, dan olah tubuh lainnya, cukupin 5 syarat ini deeehhh…

  • Cukup Konsumsi Kalsium, untuk usia 19-50 th adalah 1000 mg/hari, usia 50 th ke atas, remaja dan wanita hamil/ menyusui minimal 1200 mg/hari, sedangkan yang berusia 65 th harus mengkonsumsi 1500 mg/hari.
  • Suplemen kalsium, naah, yang ini buat mereka yang gak tahan laktosa dan bagi yang gak rutin mengonsumsi tiga/ lebih makanan yang berkalsium sehari-hari.
  • Cukupkan vitamin D, yang rajin-rajin minum susu deeh.. atau mau yang lebih murah meriah? Sok berjemur emoticon
  • Kurangi kafein, alkohol, protein, dan sodium (konsultasi dokter untuk pengurangan protein).
  • Susu rendah lemak dan non-lemak, mmmm mereka ini penolong terbaik kita loo…

Sekian sekilas inpo hari ini, smoga bermanfaat emoticon

April 28, 2006

Sahabat Kecil

Filed under: Benchmark

"Ini siapa yang makan kue ndak dihabiskan?" tanya saya kepada istri malam itu. Di meja makan terdapat sepotong kue yang tidak habis termakan. "Itu potongan untuk Abang. Anak-anak dapat kue dari tetangga siang tadi, tapi mereka ingin membaginya untuk Abi", jelas isteri saya. "Ini Hufha, ini buat dede Iqna, ini Ummi, dan ini buat Abi", begitu katanya setelah memotong empat bagian kue itu. Anak-anak sudah tidur, semoga dalam mimpinya mereka melihat saya menikmati kue yang sengaja disisakannya. Saya selalu ingat setiap kali anak-anak mendapatkan kue atau makanan enak lainnya, mereka tak lupa menelepon saya di kantor untuk sekedar memberitahu kalau saya tidak perlu khawatir, karena mereka akan menyisihkan untuk saya.

Pagi hari, pertanyaan pertama anak-anak adalah, "Kuenya dimakan ndak Bi..?"

Saya pernah diprotes istri karena pulang terlambat. Padahal sebelumnya saya sudah berjanji untuk mengajak mereka jalan-jalan ke Mall. Setiap akhir bulan, anak-anak sudah hafal betul jadwal belanja bulanan kami. Meski masih terlalu kecil, mudah bagi mereka menandakan waktunya belanja bulanan. Jika persediaan susu mereka sudah menipis, itulah waktunya belanja. Saya menjanjikan akhir pekan ini akan mengajak mereka berbelanja, itu yang membuat mereka rela menahan kantuk tidak tidur siang karena takut ditinggal. Walaupun waktu belanja kami biasanya sesudah maghrib, sejak pk.16.00 anak-anak itu sudah cantik dengan baju pilihan mereka sendiri. Tapi, hari itu saya membuatnya kecewa. Pk.21.15 malam saya baru tiba di rumah dan mendapati kedua anak saya terlelap di sofa masih lengkap dengan baju bagus, sepatu dan jilbab yang tak lepas.

Pagi hari, mereka tak marah. "Hari ini kerja ndak? Pulangnya jangan malam-malam yaa, kan sudah janji mau ke Mall", Saya tak berani berjanji, tapi saya akan menepatinya. Sungguh.

"Mi, nanti kalau Abi pulang bangunin yaa", pesan anak pertama saya yang ingin membanggakan lima bintang yang diterimanya hari ini untuk pelajaran melukis di sekolah. Cerita isteri saya, sejak pulang sekolah kertas hasil lukisannya itu selalu dibawa bawa dan tak boleh disentuh siapapun. Tak satupun yang boleh melihatnya sebelum saya melihatnya dan mengatakan, "Duuh, pinternya cantik Abi". Setelah mandi sore, tercatat sebelas kali ia bertanya jam berapa saya pulang. Selepas maghrib, entah untuk keberapa kali ia bertanya, "Abi kok belum pulang sih..?", tentu saja dengan lukisan masih di tangannya. Ia pun berjaga-jaga di sofa menunggu kepulangan saya, agar apa yang saya dapatkan begitu membuka pintu adalah wajah cerianya sambil menunjukkan lima bintang di kertas lukisannya.

^_^

 

 

 

 

Yang dinanti tak kunjung tiba. Kantukpun tak kuasa ditahannya, lima bintang pun ikut terlelap dalam dekapannya. Hari masih terlalu dini, ia sudah bangun masih membawa kertas lukisannya ke kamar saya. Matanya masih mengantuk ketika ia membangunkan saya, "Bi, sudah lihat gambar Hufha..? Dapet bintang lima nih.."

Pekerjaan saya saat ini amat menyita waktu yang semestinya merupakan waktu untuk keluarga. Tak jarang mereka protes dengan kalimat, "kerja melulu, kapan liburnya..?". Ya, saya sering merasa bersalah setiap hari harus pergi untuk urusan pekerjaan di hari libur. Terlebih ketika harus membatalkan acara yang sudah direncanakan jauh hari. Cara mereka mengingatkan saya akan teramat banyaknya hutang kehadiran saya untuk mereka cukup unik, yakni dengan menyebut jumlah dongeng yang belum saya lakukan. Kalau saya pergi tiga hari, maka di malam saya menemani tidurnya, mereka akan minta saya merapel cerita jadi empat. Satu jatah malam ini, tiga cerita adalah untuk hari yang terlewati tanpa dongeng.

Kalau pun saya terlalu lelah untuk empat dongeng malam itu, merekapun tak marah. Hanya saja, "tapi besok jadi lima ya.."

Hari minggu kemarin, saya baru pulang ke rumah pk.20.30 malam. Siang harinya saya berjanji untuk pulang sore dan mengajak mereka berputar-putar dengan motor. Senja hampir tiba, mereka masih yakin saya akan segera pulang. Karenanya mereka menunggu saya sambil bersembunyi. Rupanya mereka berniat mengejutkan saya dari balik pintu, kali ini mereka tak berdiri, tapi sudah duduk. Mungkin lelah menunggu. Waktu terus berjalan, sampai merekapun terlelap di balik pintu, tak peduli kata-kata umminya bahwa saya akan terlambat pulang. "Nggak, Abi bilang sebentar kok perginya..", ujar si kecil.

Terlalu sering saya membuat anak-anak kecewa. Namun tak pernah saya mendapatkan wajah cemberut mereka meski saya tak tahu lagi dengan cara apa mengucap maaf. Tanpa meminta maafpun ternyata mereka sudah lebih dulu memaafkan. Mestinya saya belajar mencinta seperti mereka, dan cinta mereka adalah cinta yang putih. Seputih hatinya. emoticon - Bayu Gawtama -

 

* Membaca artikel ini, walaupun untuk ke sekian kalinya, tak pernah membuatku bosan. Sangat mendalam menggores nurani.. emoticon

April 27, 2006

Zakat, antara Ikhlas dan Terpaksa..??

Filed under: Curhatitisme, Benchmark

Seharian sibuk menjadi penerima tamu acara dengan rekanan kantor, baru sore ini tercenung gara gara baru menyadari bahwa cetakan kalender dari Baziskaf ada kesalahan, yaitu hilangnya tanggal 28 dari bulan April di tahun 2006 emoticon

Apa korelasinya dengan judul yang aku bikin yak..? klklklk, emang gak ada sih, cuma melihat banner di kalender duduk yang imut ini mengingatkanku atas pesan mendiang Ayah ketika aku baru masuk kerja, "Nduk, ntar jangan lupa yaa, 2.5% dari gajimu adalah milik orang lain, jangan ikutan dimakan tuuhhh…" emoticon Ayah… terima kasih atas smua petuah dan petunjukmu..

Kenapa sih harus berzakat? Wong itu hasil jerih payah kita, sampe dibelain lembur dan lain lain, lah mereka yang miskin maah biarin aja, sapa suruh jadi miskin.. Mungkin sisi hitam kita akan mengatakan demikian, tapi, bukankah tangan di atas itu lebih baik dari tangan di bawah..? Bukankah menolong itu adalah perbuatan yang sangat dicintai Allah..? Dan karena perintah zakat itu sudah jelas jelas ada dalam Al-qur’an, kitab panutan kita, gak percaya..? Masih mau mungkir..? Coba deh dibuka mushafnya…

QS. Al-Baqarah 267, yang artinya "Wahai orang-orang yang beriman, keluarkan zakat dari harta hasil usahamu" dan…

QS. At-Taubah 103, yang artinya "Pungutlah zakat dari harta benda mereka yang akan membersihkan dan mensucikan mereka" juga..

QS. Al-Ma’arij 24 - 25, yang artinya "Di dalam harta mereka terdapat bagian tertentu untuk orang (miskin) yang meminta dan yang tidak meminta" emoticon

Naaahh…sudah jelas kan..? Sekarang mo berdalih apa lagi, lagian sobat, coba deh diitung, 2.5% itu keciiiillll sekali, lebih kecil dari pada jatah pulsa kita, ato katakanlah masih banyakan jatah jajan kita sebulan, ato pengeluaran kita yang gak jelas manfaatnya apa. Kan lebih mendingan kita salurkan pada yang lebih baik, yang jelas ada manfaatnya, dunia akhirat lagi.. Pasti deh, bakalan untung besarrr…. Allah kan ndak akan membiarkan perbuatan baik kita sia sia tanpa hasil.. emoticon

* Jadi, mulai sekarang, jangan enggan deh yang namanya berzakat.. Smoga kita termasuk hamba yang shalih dan shalihat, amin.. emoticon

February 15, 2006

Mosi tidak Percaya Mode ON

Filed under: Benchmark

Kepercayaan, satu kata yang berimbas sangat besar dalam kehidupan. Tanpa rasa percaya, sulit rasanya menjalani segala sesuatu dengan normal. Ada seorang teman yang sangat sulit untuk mempercayai sesuatu ataupun seseorang. Sangat sulit. Dalam hal apapun dia senantiasa terpasung dalam ketidakpercayaan. Dia bukanlah orang lemah, bukan orang bodoh, juga tidak tersirat kekurangan apapun. Secara kasat mata, dia terlihat sangat profesional dan mengagumkan.

Tapi, dibalik semua itu, sebenarnya dia sangat rapuh. Baginya kepercayaan adalah satu hal yang tersulit untuk dilakukan. Entah apa latar belakangnya, yang jelas, sejak aku mengenalnya, bisa dihitung berapa kali dia bisa melakukan satu kata itu, “percaya”. Apakah dia perfeksionis? Mungkin. Dia selalu ingin yang terbaik yang didapatkan. Baginya tak ada kata “gagal” semua harus “sukses”, harus “benar” dan dia tidak mau menemui satu noktahpun.

Orang di sekitarnya bukannya tidak peduli terhadap sifat jeleknya itu *bener kan ini sifat jelek, karena menurutku terlalu berlebihan dalam sesuatu adalah sifat jelek*, tapi sudah dalam tahap “terserah kamu saja deh, kami sudah capek”. Wew, kondisi yang tidak sehat menurutku. Jika dia seorang pimpinan, bsa berabe yang jadi anak buahnya. Semua harus dilakukan serapi dan sesempurna mungkin, tanpa cacat. Betapa tertekannya menjadi anak buah seperti itu ya..?

Seandainya aku bisa bilang padanya. Aku akan katakan, bahwa hidup ini sangat kompleks, teman. Jadi jangan suka memukul rata dalam menilai segala sesuatu. Jangan terlalu egois dengan keyakinan bahwa dirimulah yang paling benar di dunia ini, and the other just can only follow u coz they’r nothing without u. Cobalah memberi kesempatan kedua pada orang yang membuat kesalahan padamu. Kekhilafan itu memang adanya di manusia kan..? Jadi wajar jika orang melakukan kesalahan, asal tidak mengulangi kesalahan yang sama. Satu hal lagi, sampaikanlah segala sesuatu baik itu hal baik ataupun hal buruk dengan bijaksana. Kita kan sudah sama sama dewasa, jadi gunakan cara orang dewasa dalam bertindak tanduk ;)

Sayang sekali… aku takkan bsa mengatakan hal itu padanya. Dia terlalu eksklusif untuk aku ajak bicara. Adakah yang bsa membantuku menyampaikan ini padanya..?

February 1, 2006

Hijrahkan Hati

Filed under: Benchmark

Selasa kemarin, tanggal 31 Januari 2006 bertepatan dengan tahun baru Islam 1427H. Perhelatan yang harusnya lebih kita “rayakan” daripada tahun baru masehi/ imlek tentu saja :)

Malam tahun baru, biasanya identik dengan kembang api, kemeriahan, gegap gempita, sgala bentuk senyum dan keriangan yang nyata. Yap, itulah tradisi dunia, yang sudah mendarah daging sekian milenium :) Tapi kita gak harus ngekor kan? Punya tradisi sendiri gitu loh… ;)

Muhasabah diri, flashback setahun ke belakang, memutar kembali kaledoskop hidup, mencermati, menilai, mengevaluasi, plus memberi masukan yang obyektif buat diri sendiri. Manusia memang tempatnya salah, dosa dan sgala bentuk minus minus lainnya, butul kan..? Jadi jangan malulah menyalahkan diri sendiri, gak tiap hari juga… ;)

Percaya nggak percaya, secara nggak langsung, muhasabah bisa membuat kondisi kembali fresh, karena cara berfikirnya sudah bukan berdasar ego belaka, tapi ajaran agama. Tolok ukur yang sudah selayaknya dianut. Karena hidup manusia tentulah berbeda dengan hidup makhluk lain, punya aturan dan norma. Manusia tercipta sebagai makhluk yang sempurna, saking sempurnanya, sampai bisa semulia malaikat pun bisa sehina binatang.. :P

Jadi intinya, setelah “menelanjangi” diri sendiri, yaa, tentu saja harus mengenakan “pakaian” yang lebih baik, setidaknya, kelak klu diliat grafik hidupnya gak terlalu memalukanlah.. Masak sih grafik cuma meningkat masalah duniawi aja? akhiratnya nggak? wah..rugi sekali yaaa… :)

Well, setelah menceracau kanan kiri begini, rasanya legaaa bangett, insya Allah, bismillah, luruskan niat, kuatkan tekad, mantabkan hati, tuk mengupgrade diri dengan service pack terbaru, yang lebih bagus dan handal tentu saja.. ;) dan smoga di tahun ini, all the best wishes for us ;) amin..

* To every body yg lagi “kesasar” di blog ini, Met Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1427H :)

January 26, 2006

B - L - A - C - K

Filed under: Benchmark

Seorang anak yang terlahir dengan kealpaan tiga panca inderanya, tak bisa melihat, mendengar dan berbicara. Hidupnya diawali dengan satu kata, yaitu HITAM, dan selamanya akan terus seperti itu.

Semuanya mungkin takkan pernah berubah, sinar dalam hidupnya mungkin akan selamanya nisbi, jika guru itu tidak datang. Guru yang datang dengan hati, yang mengajari kata demi kata dalam isyarat dengan telaten. Pun ketika ditentang habis habisan oleh ayah anak itu, dia tetap maju.

Perlahan, dalam rangkakan waktu, si murid menjelma menjadi gadis remaja, cantik. Walaupun serba kekurangan, tapi ketabahannya luar biasa. Semangatnya untuk mandiri dalam kegelapan begitu mengharukan, dan tentu saja peran sang guru amatlah besar. Memperjuangkan si gadis supaya bisa kuliah di kampus orang normal.

Setelah melalu tes wawancara, tentu saja dengan seorang ‘translator’, akhirnya berhasil juga langkahnya untuk maju. Lalu, berhentikah cobaannya? Oooowww, belum, si gadis kesulitan. Dia harus menghabiskan 12 tahun untuk bisa menyelesaikan kuliahnya, dengan pertengahan kedua tanpa sang guru, yang sebelumnya setia menjadi mediator :)

Kehampaan yang sangat dalam hatinya, tanpa guru, dan pernikahan adik satu satunya. Karena dia sadar, mungkin sampai akhir hayatnya, dia takkan menemukan cinta sejati dan menikah. Kalau bukan karena ketabahan yang luar biasa, mustahil bisa bertahan sampai berdiri berseragam toga memegang ijazah sarjana :)

Sampai di sini, ternyata alam berbalik, guru yang dahulu membimbingnya hingga menemukan sinar dalam kegelapan, menjadi orang yang berada dalam gelap. Tua telah merenggut sebagian kapasitasnya. Sang muridlah yang sekarang memegang kemudi. Membimbing sang guru kembali menemukan cahaya dalam hidupnya :)

——-

Sekilas cuplikan film Black, film India ketiga yang bisa membuatku meneteskan air mata karena terharu akan kekuatan karakter dan jalan ceritanya :)

Beberapa pointer penting dan mengena di sepanjang cerita ini:
1. Kesabaran dan ketabahan menjalani hidup dan tetap optimis
2. Keikhlasan membantu orang lain
3. Kasih sayang dan pengertian yang luar biasa

* Apakah kita sudah memiliki ketiga sifat positif itu? ;)

January 23, 2006

Rangkaian 6 huruf terburuk

Filed under: Benchmark

Begitu banyak hal dalam hidup ni yg sangat menarik jika kta renungkan, satu contoh adalah ajaibnya rangkaian huruf alphabet yg bsa menggambarkan begitu banyak macam hal, tentang kebahagiaan, tentang kesedihan, tentang kesuksesan, tentang hidup, tentang mati, semua hal dari yg nyata sampai yg nisbi bsa dilukiskan dalam rangkaian huruf itu, namun gak bsa dipungkiri, bahwasanya terdapatlah rangkaian 6 huruf terburuk yg pernah kta temui, dan wajib kta perangi, karena kata itu jika digabungkan dengan kata lain, bsa dipastikan hampir semuanya berkonotasi negatif :) Taukah kalian kata itu..?

Kata itu adalah M-I-S-K-I-N

Miskin itu seperti monster, seperti drakula, menakutkan dan mempunyai gigi tajam, salah menyiasatinya menjadikan kita celaka seumur umur, bahkan sampe akhirat kayaknya masih aja sengsara gara gara dia :)

Coba sekarang kita gabung si M-I-S-K-I-N ni dengan kata lainnya :)

Miskin - ilmu ; Miskin - harta ; Miskin - iman ; Miskin - senyum ; Miskin - nurani ; Miskin - amal ; dan miskin miskin lainnya

Bukankah semua kata di atas itu gak ada yg baik satupun juga? (asal jangan bikin katanya Miskin - dosa aja ya.. klu itu mah… lain arti sodara.. :) dan rasanya aneh aja :þ) Jadi intinya adalah, mari kita perangi si M-I-S-K-I-N ni dengan semangat jihad :) jangan sampe deh dilekati ama dia.. bsa berabe mak cik, pak cik.. :)

* yg lagi benci bangett ama kata miskin :) klklk, maap ya bagi penemu kata itu.. :P (dok.29 Agust 05)























Salam Smooths :)