Keke’s World :)

November 20, 2006

Perkenankan Aku MencintaiMu Semampuku :)

Filed under: Poems

Tuhanku..
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu..
Lembar demi lembar kitab kupelajari..
Untai demi untai kata para ustadz kuresapi..
Tentang cinta para nabi
Tentang kasih para sahabat
Tentang mahabbah para sufi
Tentang kerinduan para syuhada
Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam
Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan

Tapi Rabbii..
Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan, kemudian tahun berlalu
Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi..
Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu
Aku makin merasakan gelisahku membadai
Dalam cinta yang mengawang
Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi
Hingga aku terhempas dalam jurang
Dan kegelapan..


Yaa Ilahi..
Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan, dan tahun berlalu
Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali
Menatap, memohon dan menghibaMu
Allahu Rahiim.. Ilahi Rabbii..
Perkenankan aku mencintaiMu, semampuku..
Allahu Rahmaan.. Ilahi Rabbii..
Perkenankan aku mencintaiMu, sebisaku..
Dengan segala kelemahanku

Ilahi..
Aku tak sanggup mencintaiMu..
Dengan kesabaran menanggung derita
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al Musthafa
Karena itu izinkan aku mencintaiMu
Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu
Atas derita batin dan jasadku
Atas sakit dan ketakutanku


Rabbii..
Aku tak sanggup mencintaiMu..
Seperti Abu Bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga
Atau layaknya Umar, yang menyerahkan separuh harta demi jihad
Atau Ustman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu
Izinkan aku mencintaiMu..
Melalui seratus dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan
Pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan
Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan

Ilahi..
Aku tak sanggup mencintaiMu..
Dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhujam di kakinya
Karena itu yaa Allah..
Perkenankan aku tertatih menggapaiMu..
Dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata..
Meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia


Rabbi..
Aku tak dapat beribadah..
Ala para sufi dan rahib, yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu
Maka izinkan aku mencintaiMu..
Dalam satu dua rakaat lailku..
Dalam satu dua sunnah nafilahMu..
Dalam desah napas kepasrahan tidurku..

Yaa Maha Rahmaan..
Aku tak sanggup mencintaiMu..
Bagai para Al Hafidz dan Hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam..
Maka perkenankan aku mencintaiMu..
Melalui selembar dua lembar tilawah harianku..
Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku..


Yaa Rahiim..
Aku tak sanggup mencintaiMu..
Semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya dienMu..
Seandai para syuhadam yang menjual dirinya dalam jihad bagiMu..
Maka perkenankan aku mencintaiMu..
Dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu..
Maka izinkan aku mencintaiMu..
Dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru..

Allahu Kariim..
Aku tak sanggup mencintaiMu..
Di atas segalanya..
Bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya..
Maka izinkan aku mencintaiMu..
Dengan mencintai keluargaku..
Dengan mencintai sahabat-sahabatku..
Dengan mencintai manusia dan alam semesta..


Allahu Rahmaanurrahiim.. Ilahi Rabbii..
Perkenankan aku mencintaiMu, semampuku..
Agar cinta itu mengalun dalam jiwa..
Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku..
Amiin.. [-o<

February 27, 2006

Dia, Ayahku

Filed under: Poems

Tanah merah, tanah basah
Seorang lelaki shalih terbaring di sana
Dia, Ayahku

Berita malam itu
Membuat lunglai belulangku
Langit runtuh di kepalaku
Bumi terperosok di kakiku

Tanah merah, tanah basah
Seorang lelaki shalih terbaring di sana
Dia, Ayahku

Kisah indah itu telah pergi
Bersama perginya separuh nyawa bundaku
Bersama sejumput nafas kami
Bersama sosok ayahku

Tanah merah, tanah basah
Seorang lelaki shalih terbaring di sana
Dia, Ayahku

Besok, usianya 51 tahun
Tapi Allah lebih sayang ayahku
Telah disiapkan perayaan akbar di sana

Tanah merah, tanah basah
Seorang lelaki shalih terbaring di sana
Dia, Ayahku

Taburan bunga di pusaranya, karangan bunga di sampingnya
Nisan putih itu bertahtakan sebuah nama
Purnomo
Lahir 23 Februari 1955
Wafat 18 Februari 2006

Tanah merah, tanah basah
Seorang lelaki shalih terbaring di sana
Dia, Ayahku

Kini, kami harus setegar karang
The show must go on
Tanpa ayah di samping kami

Tanah merah, tanah basah
Seorang lelaki shalih terbaring di sana
Dia, Ayahku

Rintikan hujan pagi ini
Menemaniku dalam dingin
Tiada lagi sosok hangat itu
Yang selalu saja menggodaku jika aku terdiam

Walau sejenak
Aku mensyukuri kehadiranmu
Pembimbingku, Pelindungku, Pembelaku, Panutanku, Ayahku

Selamat jalan Ayah..
Meski baktiku belumlah usai
Tenanglah di sisiNya
Lantunan doaku akan menerangimu di sana
I Luv U My Daddy…
Forever….and Ever…

* Dukaku di dasar qalbu (Dok. 22 Feb 06)
 

February 16, 2006

Rindu Jiwa

Filed under: Poems

Rindu jiwaku
Pada hangatnya pagi
Pada sejuknya embun
Pada segarnya hujan
Pada syahdunya sinar rembulan

Rindu jiwaku
Pada hamparan menghijau
Pada kicauan burung
Pada derasnya aliran sungai
Pada semilir angin

Rindu Jiwaku
Pada cinta
Pada kasih
Pada sayang
Pada kesetiaan
Pada kepercayaan
Pada pengertian

Begitu banyak aku merindu
Dalam hidupku yang sejenak
Begitu ingin aku mendapat
Yang terbaik untuk kumiliki

* Rainy day……. :)

January 23, 2006

FragMen

Filed under: Poems

Pendulum waktu telah berputar
Genderang perang tlah berkumandang

Genderang perang tlah berkumandang
Anyir bau mulai merebak
Aneh..
Dinamis ini demikian anehnya
Asing..
Tapi itulah adanya

Bagai rangkaian episod yg terputus
Smua luruh, tak sanggup lagi mencapai akhir
Ada apa ini..?
Mengapa bsa terjadi..?

* klkllk, pusing yak..? aku juga pusing ni.. :D (dok.14 Sept 05)

PenaT

Filed under: Poems

Seruak hawa panas
Menyerbu raga nan letih
Jengah rasa berjalan
Penuhi kodrat
Gapai mimpi..
Wujudkan nyata..

Ssssssttttttt………….!!!
Rasakan, resapi…
Gejolak itu mulai menggeliat..

Uuuugggghhh..!!
Tidak..!!
Aku tak boleh statis di sini

Tak ada lagi kata menyerah..
Cukup..!!
Cukup sudah kali ini..

Majuuuuu……….!!!!
Pompakan ghirah itu dalam dada..
Silapkan saja semua..
Anggaplah sepi..
Jadikan fatamorgana..

Hmmmm…
Kali ini aku harus berjaya..!!
Pasti..!!
dan Harus..!!

* saat capek nungguin dosen rapat, padahal mo KRS-an :( (dok.13 Sept 05)

Duka Untuk Sahabat

Filed under: Poems

Selamat jalan sobat..
Aku tak bsa membekali apa apa..
Cuma sekuntum doa terpanjatkan dengan khusyuk..
Allah, ampuni sobatku, terimalah dia di sisiMu..
Walau kutak sempat melihatmu untuk terakhir kali
Namun kuharap senyum tersungging di bibirmu
Biar..biarlah tangisan kami menganak sungai
Tapi satu kuharap
Kau kembali padaNya dengan tersenyum

* Yudha in memoriam (dok.4 Juli 05)

Setengah Dien

Filed under: Poems

Hari berganti hari sobatku
Dan kini, kau tak lagi seperti yang dulu
Kau telah menjelma sebagai madrasah
Madrasah surga duniamu

Teriring shalawat atas Nabi
Bersama lelehan air mataku
Mengalunlah doa dari bibirku untukmu

Barakallahulaka
wa baaroka ‘aalaika
wa jamaa’a bainakuma
bainakuma fii khoiri
2x

* Barakallah my sist :) (dok.16 Juni 05)























Salam Smooths :)